Definisi
Perjudian adalah permainan yang harapan menangnya bergantung pada untung-untungan, di mana pemain mempertaruhkan uang atau barang berharga. KUHP lama merumuskannya secara luas: bukan hanya permainan kartu atau dadu, tetapi juga segala pertaruhan atas hasil perlombaan yang dipasang oleh orang di luar peserta lomba itu sendiri.
Rumusan yang luas ini penting dipahami. Kemahiran pemain tidak mengeluarkan suatu permainan dari kategori judi. Yang menentukan adalah adanya taruhan dan adanya unsur nasib yang menentukan hasil. Karena itu taruhan bola, tebak angka, mesin slot digital, sampai “gacha” berbayar yang hadiahnya dapat diuangkan sama-sama berpotensi masuk kategori ini.
Dasar Hukum
Perjudian diatur dalam KUHP lama (WvS), lalu diperberat oleh UU No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. Undang-undang tahun 1974 itulah yang menaikkan ancaman pidana dan menegaskan bahwa seluruh bentuk perjudian merupakan kejahatan, bukan pelanggaran, sekaligus menutup kemungkinan izin penyelenggaraan.
KUHP baru, UU No. 1 Tahun 2023, yang berlaku penuh sejak 2 Januari 2026 tetap melarang perjudian dengan rumusan sepadan, hanya dengan penomoran pasal yang berbeda.
Untuk judi yang diselenggarakan secara daring, berlaku pula UU Informasi dan Transaksi Elektronik, yang melarang mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya muatan perjudian melalui sistem elektronik. Ancaman pidananya diperberat oleh UU No. 1 Tahun 2024, dan penomoran pasalnya berubah dari versi lama yang masih banyak beredar di internet.
Lapis ketiga adalah undang-undang tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Perjudian termasuk tindak pidana asal, sehingga aliran dana dari dan ke rekening penampung dapat ditelusuri dan asetnya disita — dan inilah jalur yang paling sering dipakai untuk membongkar jaringan bandar.
Siapa Saja yang Bisa Dipidana
Banyak orang mengira hanya bandar yang bisa dijerat. Undang-undang membedakan setidaknya empat posisi.
- Penyelenggara atau bandar. Menawarkan atau memberi kesempatan bermain judi dan menjadikannya mata pencaharian. Ancaman paling berat, sampai sepuluh tahun.
- Turut serta dalam usaha perjudian. Termasuk pengelola situs, admin grup, operator pembayaran, dan penyedia rekening penampung.
- Pemain. Menggunakan kesempatan bermain judi yang diselenggarakan tanpa izin. Ancaman paling lama empat tahun.
- Pemberi tempat. Orang yang sengaja menyediakan tempat atau sarana untuk perjudian, termasuk dalam lingkup usaha yang dikelolanya.
Orang yang meminjamkan rekening bank kepada jaringan judi daring sering merasa dirinya bukan pelaku. Dalam praktik, pemilik rekening penampung justru paling mudah dilacak dan berisiko dijerat sebagai turut serta sekaligus terkait pencucian uang.
Judi Online
Pergeseran terbesar sepuluh tahun terakhir adalah pindahnya perjudian ke aplikasi. Iklannya menyusup ke kolom komentar, ke situs bajakan, sampai ke akun yang diretas.
Penanganannya bertumpu pada tiga arah sekaligus: pemblokiran situs dan aplikasi oleh kementerian yang membidangi komunikasi dan digital, pemblokiran rekening serta pemutusan kanal pembayaran oleh otoritas jasa keuangan dan perbankan bersama pusat pelaporan transaksi keuangan, dan penindakan pidana oleh kepolisian.
Dari sisi korban, judi daring jarang berdiri sendiri. Ia biasanya beriringan dengan pinjaman daring, penipuan berkedok “kemenangan yang harus ditebus pajaknya”, dan penyalahgunaan data pribadi. Situs yang menjanjikan penarikan dana besar setelah “deposit verifikasi” hampir selalu penipuan, dan kerugian itu dapat dilaporkan sebagai perkara tersendiri.
Perbedaan dengan Undian Berhadiah yang Sah
Tidak semua permainan berhadiah adalah judi. Undian dan kuis berhadiah dapat diselenggarakan secara sah bila mendapat izin dari kementerian yang berwenang, sesuai undang-undang tentang undian yang berlaku sejak 1954, dan pemenangnya tidak dipungut taruhan.
Pembedanya terletak pada tiga hal:
| Undian berhadiah | Perjudian | |
|---|---|---|
| Izin | Ada, dari instansi berwenang | Tidak mungkin diberikan |
| Pungutan dari peserta | Tidak ada taruhan; hadiah dibiayai penyelenggara | Peserta mempertaruhkan uang sendiri |
| Sumber hadiah | Dana penyelenggara | Kumpulan taruhan pemain lain |
Program berhadiah yang mensyaratkan pembelian pulsa atau produk masih dapat sah sepanjang berizin. Sebaliknya, permainan yang mewajibkan setoran untuk ikut dan membagikan setoran itu kepada pemenang tetap perjudian, sekalipun dibungkus istilah “kompetisi”, “trading”, atau “investasi digital”.
Contoh Kasus
Seseorang mengelola situs taruhan bola dan mesin slot yang diakses dari Indonesia. Ia memakai tiga rekening atas nama orang lain untuk menampung deposit, dan setiap malam memindahkan saldonya ke rekening pribadi.
Ia dapat dijerat sebagai penyelenggara perjudian. Pemilik rekening yang meminjamkan namanya berisiko dijerat sebagai turut serta. Perpindahan dana yang berlapis untuk menyamarkan asal-usulnya membuka jalan bagi dakwaan pencucian uang, yang justru memungkinkan penyitaan rumah dan kendaraan yang dibeli dari hasil itu.
Pemain yang menyetor deposit ke situs tersebut juga dapat dijerat, meskipun dalam praktik penindakan lebih banyak diarahkan ke penyelenggara dan jaringan keuangannya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah taruhan kecil antarteman termasuk judi? Secara rumusan, ya, karena undang-undang tidak menetapkan batas nominal. Dalam praktik penuntutan diarahkan pada penyelenggaraan yang terorganisasi, tetapi taruhan kecil tetap bukan perbuatan yang sah.
Bagaimana kalau saya hanya bermain, tidak pernah menang? Rugi atau untung tidak menjadi unsur. Yang dilarang adalah ikut bermain pada perjudian yang diselenggarakan secara melawan hukum.
Uang saya di situs judi hilang, bisakah saya menuntut? Kerugian dari transaksi yang sendirinya melawan hukum tidak dapat dituntut kembali lewat gugatan perdata. Bila ada unsur penipuan yang berdiri sendiri, itu perkara pidana terpisah.
Ke mana melaporkan situs atau iklan judi? Aduan konten dapat disampaikan ke kementerian yang membidangi komunikasi dan digital lewat kanal aduan kontennya, sedangkan dugaan tindak pidananya dilaporkan ke kepolisian.