Lompat ke konten

Cuti Bersama

Collective Leave Dari kata 'cuti' (izin tidak masuk kerja) dan 'bersama' (secara kolektif/bersamaan)
Ketenagakerjaan cuti bersama collective leave hari libur nasional cuti nasional
Diperbarui 5 September 2026
Ringkasan

Apa itu Cuti Bersama?

Cuti bersama ditetapkan pemerintah lewat SKB tiga menteri, tapi di sektor swasta sifatnya fakultatif dan mengurangi jatah cuti tahunan.

Collective Leave Dari kata 'cuti' (izin tidak masuk kerja) dan 'bersama' (secara kolektif/bersamaan) Ketenagakerjaan

Definisi

Cuti bersama adalah hari cuti yang ditetapkan pemerintah lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri — Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB — untuk diliburkan secara serentak bagi pekerja di seluruh Indonesia. Cuti bersama biasanya ditetapkan pada hari kerja di antara hari libur nasional dan akhir pekan, sehingga pekerja mendapat rangkaian libur yang lebih panjang tanpa terpotong hari kerja di tengahnya.

Hal yang sering tidak disadari pekerja adalah bahwa cuti bersama bukan hari libur “gratis” tambahan di luar jatah cuti tahunan. Di sektor swasta, cuti bersama pada dasarnya diperhitungkan sebagai bagian dari cuti tahunan pekerja, bukan hari libur terpisah yang berdiri sendiri seperti hari libur nasional resmi.

Memahami status cuti bersama penting karena setiap tahun selalu muncul kebingungan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika cuti bersama biasanya ditetapkan beberapa hari sekaligus. Sebagian pekerja mengira cuti bersama wajib diliburkan seperti PNS, padahal aturannya berbeda untuk sektor swasta.

Dasar Hukum

Penetapan cuti bersama setiap tahun bersumber dari Surat Keputusan Bersama tiga menteri yang mengatur hari libur nasional dan cuti bersama secara nasional. SKB ini biasanya diterbitkan menjelang akhir tahun untuk tahun berikutnya, memuat daftar tanggal hari libur nasional dan cuti bersama yang berlaku secara umum.

Khusus untuk sektor swasta, ketentuan pelaksanaannya diatur lewat surat edaran menteri ketenagakerjaan yang menegaskan bahwa pelaksanaan cuti bersama bagi pekerja/buruh di perusahaan swasta diserahkan kepada kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, bukan bersifat wajib mutlak seperti bagi aparatur sipil negara. Perusahaan yang memilih tetap beroperasi pada hari cuti bersama tidak melanggar hukum, selama kebijakan tersebut dikomunikasikan dengan jelas kepada pekerja.

Idealnya, kebijakan perusahaan mengenai cuti bersama dicantumkan secara eksplisit dalam peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama, sehingga tidak menimbulkan perbedaan penafsiran setiap tahun. Perusahaan yang tidak punya kebijakan tertulis soal ini sering menghadapi kebingungan berulang dari pekerja setiap kali pemerintah menerbitkan SKB cuti bersama yang baru.

Perbedaan dengan Cuti Tahunan

Cuti bersama dan cuti tahunan sering dianggap dua hal yang terpisah, padahal di sektor swasta keduanya justru saling terkait erat. Cuti tahunan adalah hak dasar pekerja untuk beristirahat sejumlah hari tertentu dalam setahun setelah memenuhi masa kerja minimal, yang bisa diambil kapan saja sesuai kesepakatan dengan perusahaan. Cuti bersama adalah penetapan pemerintah tentang kapan sebagian hari libur itu “dipaksa” jatuh bersamaan secara nasional.

Karena cuti bersama pada dasarnya mengurangi jatah cuti tahunan (bukan menambahnya), pekerja yang mengambil seluruh cuti bersama yang ditetapkan pemerintah akan memiliki sisa cuti tahunan yang lebih sedikit untuk dipakai di waktu lain sepanjang tahun tersebut. Sebaliknya, pekerja yang tetap masuk kerja pada hari cuti bersama tidak kehilangan hak cuti tahunannya sama sekali, karena jatahnya tidak terpotong.

Kapan Istilah Ini Muncul

Istilah cuti bersama paling sering muncul dan dibicarakan menjelang Hari Raya Idul Fitri, karena pada momen inilah pemerintah biasanya menetapkan cuti bersama dalam jumlah hari terbanyak dalam setahun, kadang mencapai empat sampai lima hari sekaligus digabung dengan akhir pekan dan hari libur nasional. Selain Idul Fitri, cuti bersama juga kerap ditetapkan pada momen libur Natal dan tahun baru, meski biasanya dengan jumlah hari yang lebih sedikit.

Di luar dua momen besar tersebut, istilah cuti bersama jarang muncul dalam konteks lain, karena penetapannya memang terkait erat dengan hari raya keagamaan besar yang jatuh berdekatan dengan akhir pekan atau hari libur nasional lain, sehingga pemerintah memanfaatkan celah tersebut untuk membuat periode libur yang lebih panjang dan efisien.

Sektor tertentu seperti perbankan, layanan kesehatan, dan industri yang beroperasi terus-menerus (24 jam) biasanya punya pengaturan tersendiri soal cuti bersama, karena operasionalnya tidak bisa sepenuhnya berhenti meski pemerintah menetapkan cuti bersama secara nasional. Pekerja di sektor-sektor ini umumnya mendapat kompensasi berupa hari libur pengganti di waktu lain jika tetap masuk kerja pada hari cuti bersama.

Praktik di Pengadilan

Sengketa terkait cuti bersama jarang berujung ke Pengadilan Hubungan Industrial dibanding sengketa ketenagakerjaan lain, karena sifatnya yang fakultatif di sektor swasta membuat ruang perdebatan hukumnya relatif sempit. Namun sengketa bisa muncul ketika perusahaan secara sepihak memotong hak cuti tahunan pekerja melebihi jumlah hari cuti bersama yang sebenarnya ditetapkan pemerintah, atau ketika pekerja yang tetap masuk kerja pada hari cuti bersama tidak diberi kompensasi yang semestinya.

Dalam praktiknya, perselisihan semacam ini biasanya diselesaikan lebih dulu lewat perundingan bipartit antara pekerja dan perusahaan, karena nilainya yang relatif kecil membuat kedua pihak umumnya enggan membawanya sampai ke tingkat pengadilan. Jika bipartit gagal dan pekerja tetap merasa dirugikan secara signifikan, jalur mediasi di dinas ketenagakerjaan tetap terbuka sebagai langkah berikutnya sebelum benar-benar mengajukan gugatan.

Kesalahpahaman Umum

Kesalahpahaman paling umum adalah menganggap cuti bersama sebagai hari libur wajib yang berlaku sama untuk semua pekerja seperti PNS. Padahal untuk sektor swasta, pelaksanaannya bergantung sepenuhnya pada kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, sehingga ada perusahaan yang mengikuti penuh, sebagian, atau bahkan tetap beroperasi normal pada hari yang ditetapkan sebagai cuti bersama.

Kesalahpahaman lain adalah menganggap cuti bersama sebagai “bonus libur” di luar cuti tahunan. Kenyataannya, hari cuti bersama yang diambil pekerja pada umumnya mengurangi jatah cuti tahunannya, kecuali perusahaan secara khusus menetapkan kebijakan berbeda yang lebih menguntungkan pekerja, misalnya memberikan cuti bersama sebagai tambahan tanpa memotong cuti tahunan sebagai bagian dari fasilitas kesejahteraan karyawan.

Dasar Hukum

Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB

Cuti bersama ditetapkan setiap tahun melalui SKB tiga menteri yang mengatur hari libur nasional dan cuti bersama.

Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan No. SE-3/MEN/2002

Pelaksanaan cuti bersama bagi pekerja/buruh di sektor swasta diserahkan kepada kesepakatan antara pengusaha dan pekerja/buruh.

Pertanyaan Umum

Apa itu Cuti Bersama? +
Cuti bersama ditetapkan pemerintah lewat SKB tiga menteri, tapi di sektor swasta sifatnya fakultatif dan mengurangi jatah cuti tahunan.
Apa bahasa Inggris dari Cuti Bersama? +
Cuti Bersama dalam bahasa Inggris disebut Collective Leave.
Apa dasar hukum Cuti Bersama? +
Dasar hukum Cuti Bersama diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB, Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan No. SE-3/MEN/2002.
Apa asal kata Cuti Bersama? +
Dari kata 'cuti' (izin tidak masuk kerja) dan 'bersama' (secara kolektif/bersamaan)

Istilah Terkait