Lompat ke konten

Nisab

Minimum Zakat Threshold Dari bahasa Arab 'nishab' yang berarti batas atau ukuran minimum, merujuk pada jumlah minimum harta yang mewajibkan zakat
Hukum Syariah nisab batas minimum zakat syarat zakat zakat mal
Diperbarui 2 September 2026
Ringkasan

Apa itu Nisab?

Nisab adalah batas minimum harta yang mewajibkan zakat, ditetapkan Peraturan Menteri Agama No. 52/2014 setara 85 gram emas untuk zakat mal.

Minimum Zakat Threshold Dari bahasa Arab 'nishab' yang berarti batas atau ukuran minimum, merujuk pada jumlah minimum harta yang mewajibkan zakat Hukum Syariah

Definisi

Nisab adalah batas minimum jumlah harta yang mewajibkan seorang Muslim mengeluarkan zakat. Selama harta seseorang belum mencapai nisab, ia belum wajib berzakat, meski tetap dianjurkan bersedekah. Konsep ini memastikan kewajiban zakat hanya dibebankan kepada orang yang benar-benar berkecukupan, bukan kepada semua pemilik harta tanpa memandang jumlahnya.

Nisab berbeda untuk tiap jenis harta. Nisab emas ditetapkan setara 85 gram emas murni, sedangkan nisab perak setara 595 gram perak. Untuk harta yang nilainya berupa uang seperti tabungan, deposito, atau penghasilan profesi, nisab dikonversi mengikuti nilai 85 gram emas pada saat perhitungan dilakukan. Karena harga emas berubah setiap saat, nilai nisab dalam Rupiah pun ikut berfluktuasi dari waktu ke waktu.

Dasar Hukum

Kewajiban zakat dan syarat nisab bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits, kemudian dijabarkan lebih rinci dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah, serta UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Pasal 4 ayat (2) UU tersebut mengatur jenis-jenis harta yang menjadi objek zakat mal, meliputi emas dan logam mulia, uang dan surat berharga, perniagaan, pertanian, peternakan, pertambangan, perindustrian, pendapatan dan jasa, hingga rikaz (harta temuan).

Selain syarat nisab, harta yang wajib dizakati juga harus memenuhi syarat lain: kepemilikan penuh, halal cara memperolehnya, berkembang atau berpotensi berkembang, dan mencapai haul (masa kepemilikan satu tahun), kecuali untuk hasil pertanian dan rikaz yang tidak mensyaratkan haul.

Jenis-Jenis Nisab Berdasarkan Harta

Nisab tiap jenis harta berbeda-beda sesuai karakteristiknya:

Jenis HartaNisab
Emas85 gram
Perak595 gram
PerniagaanSetara 85 gram emas
Hasil pertanian653 kg gabah atau 520 kg beras
Kambing/domba40 ekor
Sapi/kerbau30 ekor
Unta5 ekor
Penghasilan/profesiSetara 85 gram emas per tahun

Untuk hasil pertanian, kadar zakat yang dikeluarkan juga berbeda tergantung sumber pengairan: 10 persen bila diairi hujan tanpa biaya tambahan, dan 5 persen bila memakai irigasi berbayar. Untuk emas, perak, uang, dan perniagaan, kadar zakatnya seragam yaitu 2,5 persen dari total harta setelah mencapai nisab dan haul.

Cara Menghitung Nisab Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan atau zakat profesi paling sering ditanyakan karena berkaitan langsung dengan gaji bulanan. Caranya: kalikan 85 gram dengan harga emas per gram saat ini untuk mendapatkan nisab dalam Rupiah. Bila penghasilan bersih setahun sudah melewati angka tersebut, wajib dikeluarkan zakat 2,5 persen.

Sebagian ulama membolehkan perhitungan nisab zakat penghasilan secara bulanan (dibagi 12), sehingga seseorang tidak perlu menunggu setahun penuh untuk mengetahui kewajibannya. BAZNAS setiap tahun menerbitkan penetapan nilai nisab dalam Rupiah berdasarkan harga emas terkini, yang bisa dijadikan acuan tanpa perlu menghitung sendiri harga emas.

Kesalahpahaman Umum

Banyak orang mengira nisab berlaku sama untuk semua jenis harta, padahal setiap jenis harta punya nisab tersendiri sesuai karakteristiknya. Kesalahpahaman lain adalah menganggap penghasilan kotor sebagai dasar perhitungan, padahal yang umum dipakai adalah penghasilan bersih setelah dikurangi kebutuhan pokok, meski ada juga pendapat yang memakai penghasilan bruto.

Karena terdapat perbedaan pandangan ulama soal dasar perhitungan zakat penghasilan, sebaiknya muzakki berkonsultasi dengan BAZNAS setempat untuk mendapat kepastian angka yang harus dikeluarkan.

Contoh Kasus

Seorang karyawan swasta ingin mengetahui apakah penghasilannya sudah wajib dizakati. Penghasilan bersihnya Rp12.000.000 per bulan, atau Rp144.000.000 per tahun. Dengan asumsi harga emas Rp1.300.000 per gram, nisab zakat penghasilan dihitung: 85 gram dikali Rp1.300.000, hasilnya Rp110.500.000 per tahun. Karena penghasilan bersihnya (Rp144.000.000) sudah melewati nisab (Rp110.500.000), ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen dikali Rp144.000.000, yaitu Rp3.600.000 per tahun, atau bisa dicicil Rp300.000 setiap bulan.

Kasus berbeda dialami seorang pedagang kecil dengan keuntungan usaha tahunan Rp60.000.000. Karena jumlah ini masih di bawah nisab perniagaan (setara 85 gram emas atau sekitar Rp110.500.000), ia belum wajib membayar zakat mal atas usahanya, meski tetap dianjurkan bersedekah sesuai kemampuan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah nisab sama di semua daerah di Indonesia? Nisab dalam gram emas sama di seluruh Indonesia, tetapi nilainya dalam Rupiah bisa sedikit berbeda tergantung harga emas acuan yang dipakai masing-masing BAZNAS daerah.

Bagaimana kalau harta seseorang terdiri dari beberapa jenis, seperti emas dan tabungan sekaligus? Sebagian ulama membolehkan penggabungan nilai seluruh harta sejenis (emas, perak, uang) untuk menentukan apakah sudah mencapai nisab, sepanjang jenis hartanya sama-sama tergolong harta moneter.

Apakah utang mengurangi kewajiban zakat? Umumnya utang jangka pendek yang jatuh tempo dapat dikurangkan dari harta sebelum dihitung nisabnya. Namun untuk utang jangka panjang seperti cicilan rumah, ada perbedaan pendapat mengenai berapa besar yang boleh dikurangkan.

Apakah nisab berubah kalau harga emas turun drastis? Ya. Karena nisab dipatok dalam satuan gram emas, nilai Rupiah-nya mengikuti harga emas terkini. Bila harga emas turun, nilai nisab dalam Rupiah juga ikut turun, sehingga lebih banyak orang berpotensi memenuhi syarat wajib zakat pada tahun tersebut dibanding saat harga emas tinggi.

Kenapa nisab memakai patokan emas, bukan mata uang Rupiah langsung? Karena nilai mata uang bisa berubah drastis akibat inflasi, sedangkan emas dianggap lebih stabil sebagai alat ukur kekayaan lintas zaman. Dengan patokan emas, standar kecukupan harta untuk wajib zakat tetap relevan meski nilai mata uang naik turun dari tahun ke tahun.

Dasar Hukum

Pasal 4 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat

Zakat mal meliputi: a. emas, perak, dan logam mulia lainnya; b. uang dan surat berharga lainnya; c. perniagaan; d. pertanian, perkebunan, dan kehutanan; e. peternakan dan perikanan; f. pertambangan; g. perindustrian; h. pendapatan dan jasa; i. rikaz.

Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah

Nisab zakat emas adalah 85 gram emas. Nisab zakat perak adalah 595 gram perak. Nisab zakat perniagaan senilai 85 gram emas.

Hadits Riwayat Abu Daud

Rasulullah SAW bersabda: 'Tidak ada kewajiban zakat pada harta hingga melewati satu haul (tahun).'

Pertanyaan Umum

Apa itu Nisab? +
Nisab adalah batas minimum harta yang mewajibkan zakat, ditetapkan Peraturan Menteri Agama No. 52/2014 setara 85 gram emas untuk zakat mal.
Apa bahasa Inggris dari Nisab? +
Nisab dalam bahasa Inggris disebut Minimum Zakat Threshold.
Apa dasar hukum Nisab? +
Dasar hukum Nisab diatur dalam Pasal 4 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah, Hadits Riwayat Abu Daud.
Apa asal kata Nisab? +
Dari bahasa Arab 'nishab' yang berarti batas atau ukuran minimum, merujuk pada jumlah minimum harta yang mewajibkan zakat

Istilah Terkait