Definisi
Zakat mal adalah kewajiban mengeluarkan sebagian harta kekayaan yang telah mencapai nisab (batas minimum) dan haul (kepemilikan selama satu tahun) untuk diberikan kepada pihak yang berhak menerimanya sesuai syariat Islam. Zakat mal berbeda dari zakat fitrah yang dihitung per jiwa; zakat mal dihitung berdasarkan jenis dan jumlah harta yang dimiliki seseorang atau badan usaha.
Zakat mal termasuk salah satu rukun Islam yang keempat, sekaligus memiliki dimensi sosial ekonomi karena berfungsi mendistribusikan sebagian kekayaan orang mampu kepada golongan yang membutuhkan.
Unsur-Unsur Zakat Mal
Agar suatu harta wajib dizakati, tiga unsur berikut harus terpenuhi sekaligus:
- Kepemilikan penuh — harta benar-benar dimiliki dan dikuasai secara sah oleh pemiliknya, bukan harta titipan atau harta yang masih dalam sengketa hukum.
- Mencapai nisab — jumlah harta sudah mencapai batas minimum yang ditetapkan, umumnya setara nilai 85 gram emas untuk harta berupa uang, tabungan, atau perniagaan.
- Mencapai haul — harta tersebut telah dimiliki genap satu tahun (dihitung berdasarkan kalender Hijriah), kecuali untuk zakat pertanian dan rikaz yang tidak memerlukan syarat haul karena wajib dikeluarkan setiap kali panen atau saat harta ditemukan.
Kadar zakat mal yang umum berlaku adalah 2,5% dari total harta yang telah memenuhi nisab dan haul, meskipun untuk jenis harta tertentu seperti hasil pertanian, kadarnya bisa berbeda, yaitu 5% atau 10% tergantung sistem pengairan yang digunakan.
Jenis-Jenis Harta yang Wajib Dizakati
Berdasarkan Pasal 4 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, jenis harta yang termasuk objek zakat mal meliputi:
- emas, perak, dan logam mulia lainnya;
- uang dan surat berharga;
- perniagaan (barang dagangan);
- pertanian, perkebunan, dan kehutanan;
- peternakan dan perikanan;
- pertambangan;
- perindustrian;
- pendapatan dan jasa (dikenal juga sebagai zakat profesi);
- rikaz (harta temuan atau harta karun).
Dasar Hukum
Zakat mal diatur secara umum dalam Pasal 4 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang menyebutkan zakat meliputi zakat mal dan zakat fitrah. Rincian jenis harta yang wajib dizakati diatur dalam Pasal 4 ayat (2) UU yang sama.
Salah satu insentif penting bagi pembayar zakat (muzakki) diatur dalam Pasal 22 UU No. 23 Tahun 2011, yaitu zakat yang dibayarkan melalui BAZNAS atau LAZ resmi dapat dikurangkan dari penghasilan kena pajak. Ketentuan ini bertujuan mendorong masyarakat menyalurkan zakat melalui lembaga resmi dan tercatat, bukan sekadar memberi secara pribadi tanpa bukti setoran yang bisa dipertanggungjawabkan.
Ilustrasi Perhitungan
Seorang pengusaha memiliki tabungan senilai Rp500.000.000, investasi saham senilai Rp300.000.000, dan persediaan barang dagangan senilai Rp200.000.000. Total harta yang berpotensi dizakati adalah Rp1.000.000.000. Nilai ini jauh melebihi nisab (setara 85 gram emas) dan telah dimiliki lebih dari satu tahun, sehingga kadar zakat mal 2,5% berlaku penuh.
Perhitungannya: 2,5% dikali Rp1.000.000.000 sama dengan Rp25.000.000. Pengusaha tersebut membayar zakat mal sejumlah itu melalui BAZNAS, dan menyimpan bukti setorannya untuk digunakan sebagai pengurang penghasilan kena pajak dalam pelaporan SPT Tahunan, sesuai ketentuan yang berlaku bagi zakat yang disalurkan lewat lembaga resmi.
Perbedaan dengan Zakat Fitrah
Zakat mal dan zakat fitrah sama-sama kewajiban zakat, namun berbeda objek dan waktu. Zakat fitrah wajib dikeluarkan per jiwa menjelang Idul Fitri dengan besaran tetap berupa makanan pokok. Zakat mal wajib dikeluarkan atas harta kekayaan yang mencapai nisab dan haul, dapat dibayarkan kapan saja sepanjang tahun begitu syaratnya terpenuhi, dengan kadar umumnya 2,5% dari nilai harta yang dimiliki.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah gaji bulanan wajib dizakati? Sebagian ulama kontemporer berpendapat penghasilan atau gaji (zakat profesi) wajib dizakati begitu mencapai nisab, meski pendapat lain menilai zakat baru wajib setelah penghasilan tersebut disimpan dan mencapai haul selama satu tahun.
Apakah utang mengurangi kewajiban zakat mal? Umumnya ya. Harta yang masih terikat utang jatuh tempo biasanya dikurangkan lebih dulu sebelum dihitung apakah sisa harta mencapai nisab, sehingga zakat hanya dikenakan atas harta bersih.
Apakah zakat mal bisa dibayar mencicil? Sebagian lembaga amil zakat mengizinkan pembayaran bertahap sepanjang totalnya terpenuhi dalam periode haul yang berjalan, meski idealnya dibayar sekaligus begitu kewajiban itu jatuh tempo.
Apakah zakat mal sama dengan pajak? Tidak. Zakat adalah kewajiban keagamaan dengan aturan syariat tersendiri, sedangkan pajak adalah kewajiban kepada negara. Keduanya berbeda dasar hukum, meski zakat yang dibayar lewat lembaga resmi bisa menjadi pengurang penghasilan kena pajak.
Apakah rumah tempat tinggal wajib dizakati? Tidak. Rumah yang ditempati sendiri untuk kebutuhan pokok tidak termasuk objek zakat mal. Zakat hanya berlaku atas harta yang bersifat produktif atau disimpan sebagai kekayaan, bukan aset yang digunakan langsung untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Bagaimana kalau seseorang punya beberapa jenis harta sekaligus, misalnya emas dan tabungan? Umumnya seluruh harta yang memenuhi syarat wajib zakat dijumlahkan nilainya, lalu dibandingkan dengan nisab. Jika totalnya sudah mencapai nisab dan haul, zakat 2,5% dihitung dari nilai gabungan seluruh harta tersebut, bukan dihitung terpisah per jenis harta.
Praktik ini penting dipahami karena banyak orang mengira setiap jenis harta punya nisab sendiri-sendiri yang harus dicapai secara terpisah, padahal untuk harta berupa uang, tabungan, emas, dan surat berharga, nilainya umumnya digabung terlebih dahulu sebelum dibandingkan dengan nisab setara 85 gram emas.