Lompat ke konten

Daluwarsa

Statute of Limitations / Prescription Dari bahasa Indonesia 'dalu' (lewat) dan 'warsa' (tahun); dalam bahasa Belanda dikenal sebagai 'verjaring'
Hukum Perdata daluwarsa verjaring kadaluarsa lewat waktu lampau waktu
Diperbarui 2 September 2026
Ringkasan

Apa itu Daluwarsa?

Daluwarsa adalah lewatnya jangka waktu tertentu yang membuat seseorang memperoleh hak atau bebas dari tuntutan, diatur Pasal 1946 KUHPerdata.

Statute of Limitations / Prescription Dari bahasa Indonesia 'dalu' (lewat) dan 'warsa' (tahun); dalam bahasa Belanda dikenal sebagai 'verjaring' Hukum Perdata

Definisi

Daluwarsa (verjaring) adalah lembaga hukum yang mengatur lewatnya jangka waktu tertentu yang mengakibatkan seseorang memperoleh suatu hak, atau sebaliknya dibebaskan dari suatu tuntutan hukum. Konsep ini penting karena hukum tidak mau membiarkan status kepemilikan atau kewajiban seseorang mengambang tanpa batas waktu — pada titik tertentu, keadaan yang berlangsung lama harus diberi kepastian hukum.

Daluwarsa sering disalahpahami sama dengan “kadaluarsa” produk makanan, padahal konteksnya sama sekali berbeda: daluwarsa dalam hukum perdata berbicara soal jangka waktu yang memengaruhi hak dan kewajiban hukum seseorang.

Jenis-Jenis Daluwarsa

Hukum perdata Indonesia mengenal dua jenis daluwarsa yang punya fungsi berlawanan:

  1. Daluwarsa untuk memperoleh hak (acquisitieve verjaring) — seseorang yang menguasai suatu benda secara terus-menerus, dengan itikad baik dan alas hak yang sah, selama jangka waktu tertentu, bisa memperoleh hak milik atas benda tersebut. Berdasarkan Pasal 1963 KUHPerdata, penguasaan dengan itikad baik dan alas hak yang sah selama 20 tahun bisa menjadi dasar perolehan hak milik atas benda tidak bergerak.
  2. Daluwarsa untuk dibebaskan dari tuntutan (extinctieve verjaring) — lewatnya jangka waktu tertentu menghapus hak seseorang untuk menuntut sesuatu di pengadilan. Berdasarkan Pasal 1967 KUHPerdata, daluwarsa umum untuk berbagai tuntutan hukum adalah 30 tahun, tanpa perlu menunjukkan alas hak apa pun.

Selain dua jenis besar ini, KUHPerdata juga mengatur beberapa daluwarsa khusus dengan jangka waktu lebih pendek untuk jenis tagihan tertentu, misalnya honorarium sejumlah profesi tertentu. Karena jangka waktu khusus ini bervariasi dan mudah keliru disebutkan, sebaiknya dicek langsung ke ketentuan yang relevan untuk setiap jenis tagihan sebelum dijadikan dasar hukum.

Dasar Hukum

Ketentuan tentang daluwarsa diatur dalam Pasal 1946 sampai Pasal 1993 KUHPerdata. Pasal 1946 menjadi definisi umum, sementara pasal-pasal setelahnya mengatur syarat, jangka waktu, penangguhan, dan pemutusan daluwarsa untuk berbagai jenis hak dan tuntutan.

Prinsip dasar dari daluwarsa adalah memberi kepastian hukum sekaligus mendorong pemegang hak untuk aktif menggunakan atau mempertahankan haknya. Kalau seseorang membiarkan haknya tidak digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama, hukum menganggap ia sudah kehilangan kepentingan untuk mempertahankannya, sehingga pihak lain yang menguasai atau memanfaatkan hak tersebut dengan itikad baik bisa mendapat perlindungan hukum.

Contoh Kasus

Tuan Budi memiliki sebidang tanah yang tidak bersertifikat. Selama bertahun-tahun, Tuan Budi tidak pernah mengelola atau menempati tanah tersebut. Tuan Hasan, tetangga sebelahnya, secara terus-menerus menggarap dan menempati tanah tersebut dengan itikad baik selama lebih dari 20 tahun tanpa ada keberatan dari siapa pun. Tuan Hasan kemudian mengajukan permohonan ke pengadilan untuk dinyatakan sebagai pemilik tanah berdasarkan daluwarsa acquisitief.

Pengadilan mempertimbangkan bahwa Tuan Hasan telah menguasai tanah tersebut secara nyata, terus-menerus, dan dengan itikad baik selama lebih dari 20 tahun. Berdasarkan ketentuan Pasal 1963 KUHPerdata, penguasaan dengan itikad baik selama jangka waktu tersebut dapat menjadi dasar perolehan hak milik melalui daluwarsa, sehingga pengadilan mengabulkan permohonan Tuan Hasan.

Cara Menghitung dan Menunda Daluwarsa

Jangka waktu daluwarsa umumnya dihitung sejak saat hak itu bisa dilaksanakan atau sejak peristiwa hukum yang mendasarinya terjadi, bukan sejak tanggal perjanjian dibuat. Misalnya untuk tuntutan ganti rugi, jangka waktu dihitung sejak kerugian itu diketahui atau seharusnya diketahui oleh pihak yang dirugikan.

Daluwarsa juga bisa tertunda (geschorst) atau diputus (gestuit) dalam keadaan tertentu. Penundaan terjadi misalnya karena pemegang hak berada dalam keadaan yang membuatnya tidak mungkin menuntut haknya, seperti berada di bawah pengampuan tanpa wali yang bertindak untuknya. Sementara pemutusan daluwarsa terjadi kalau pemegang hak melakukan tindakan hukum yang menegaskan haknya, misalnya mengajukan gugatan atau mengakui utang, sehingga perhitungan jangka waktu daluwarsa dimulai kembali dari awal.

Kesalahpahaman Umum

  • “Daluwarsa sama dengan kadaluarsa makanan atau produk.” Keliru — daluwarsa dalam hukum perdata adalah konsep berbeda yang mengatur hak dan kewajiban hukum, tidak ada hubungannya dengan masa layak konsumsi produk.
  • “Semua tuntutan hukum daluwarsa dalam 30 tahun.” Tidak selalu. Jangka waktu 30 tahun adalah aturan umum, tapi ada berbagai daluwarsa khusus dengan jangka waktu lebih pendek untuk jenis tagihan tertentu.
  • “Kalau sudah daluwarsa, hak itu otomatis hilang tanpa perlu diajukan ke pengadilan.” Dalam praktik, daluwarsa biasanya harus diajukan sebagai bantahan (eksepsi) oleh pihak yang berkepentingan dalam suatu perkara, bukan berlaku otomatis dengan sendirinya tanpa ada proses hukum.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah menempati tanah orang lain selama bertahun-tahun otomatis membuat tanah itu jadi milik penggarap? Tidak otomatis. Penggarap tetap harus mengajukan permohonan ke pengadilan dan membuktikan penguasaan itu dilakukan secara terus-menerus, dengan itikad baik, dan tidak ada keberatan dari pemilik asal selama jangka waktu yang disyaratkan.

Bisakah daluwarsa dibatalkan kalau pemilik asal tiba-tiba muncul dan protes? Bisa memengaruhi hitungan daluwarsa, terutama kalau pemilik asal mengajukan gugatan atau keberatan resmi sebelum jangka waktu daluwarsa tercapai, karena tindakan itu bisa memutus perhitungan waktu yang sedang berjalan.

Apakah utang piutang bisa daluwarsa? Bisa. Tuntutan pembayaran utang tunduk pada aturan daluwarsa, meski jangka waktunya bisa berbeda tergantung jenis perikatannya, sehingga kreditur sebaiknya tidak menunda terlalu lama untuk menagih atau menegaskan haknya.

Apa bedanya daluwarsa dengan kedaluwarsa dalam hukum pidana? Berbeda konteks. Daluwarsa dalam hukum perdata berkaitan dengan hak kebendaan dan tuntutan perdata, sementara dalam hukum pidana ada konsep terpisah yang mengatur batas waktu penuntutan suatu tindak pidana.

Dasar Hukum

Pasal 1946 KUHPerdata

Daluwarsa adalah suatu alat untuk memperoleh sesuatu atau untuk dibebaskan dari suatu perikatan dengan lewatnya suatu waktu tertentu dan atas syarat-syarat yang ditentukan oleh undang-undang.

Pasal 1963 KUHPerdata

Siapa yang dengan itikad baik dan berdasarkan alas hak yang sah memperoleh suatu benda tak bergerak, memperoleh hak milik atasnya dengan jalan daluwarsa melalui penguasaan selama dua puluh tahun.

Pasal 1967 KUHPerdata

Segala tuntutan hukum, baik yang bersifat kebendaan maupun perorangan, hapus karena daluwarsa dengan lewatnya waktu tiga puluh tahun, tanpa perlu menunjukkan alas hak dan tanpa dapat ditangkis dengan tuduhan itikad buruk.

Pertanyaan Umum

Apa itu Daluwarsa? +
Daluwarsa adalah lewatnya jangka waktu tertentu yang membuat seseorang memperoleh hak atau bebas dari tuntutan, diatur Pasal 1946 KUHPerdata.
Apa bahasa Inggris dari Daluwarsa? +
Daluwarsa dalam bahasa Inggris disebut Statute of Limitations / Prescription.
Apa dasar hukum Daluwarsa? +
Dasar hukum Daluwarsa diatur dalam Pasal 1946 KUHPerdata, Pasal 1963 KUHPerdata, Pasal 1967 KUHPerdata.
Apa asal kata Daluwarsa? +
Dari bahasa Indonesia 'dalu' (lewat) dan 'warsa' (tahun); dalam bahasa Belanda dikenal sebagai 'verjaring'

Istilah Terkait