Definisi
Tunjangan tidak tetap adalah komponen upah berupa pembayaran kepada pekerja atau buruh yang diberikan secara tidak tetap dan biasanya dikaitkan dengan kehadiran kerja atau kondisi tertentu. Contoh paling umum adalah tunjangan makan dan tunjangan transportasi, yang hanya dibayar jika pekerja benar-benar hadir bekerja pada hari tersebut.
Berbeda dari tunjangan tetap yang jumlahnya konsisten setiap bulan tanpa syarat kehadiran, besaran tunjangan tidak tetap bisa naik turun tergantung jumlah hari kerja aktual, sehingga totalnya bisa berbeda dari bulan ke bulan meski jabatan dan gaji pokok pekerja tetap sama.
Di luar tunjangan makan dan transportasi, beberapa perusahaan juga memberi tunjangan tidak tetap dalam bentuk lain, misalnya tunjangan shift yang hanya dibayar untuk hari pekerja benar-benar bertugas di shift tertentu, atau tunjangan lapangan yang hanya diberikan saat pekerja ditugaskan ke lokasi kerja tertentu. Ciri umumnya selalu sama: besarannya mengikuti kondisi aktual, bukan jumlah tetap yang dijamin setiap bulan.
Dasar Hukum
Istilah tunjangan tidak tetap awalnya diperkenalkan lewat Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE-07/MEN/1990, yang membedakan komponen upah menjadi upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap. Pembedaan ini kemudian dipertahankan dan diperjelas lagi dalam PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, yang menjadi aturan pelaksana UU Ketenagakerjaan pasca perubahan UU Cipta Kerja.
Meski istilah “tunjangan tidak tetap” sudah dikenal sejak lama, penerapannya di lapangan sering jadi sumber sengketa, terutama saat pekerja di-PHK dan mempertanyakan mengapa suatu komponen penghasilan tidak dihitung sebagai dasar pesangon. Karena itu, penting memahami ciri utama yang membedakan tunjangan tidak tetap dari tunjangan tetap.
Perbedaan dengan Tunjangan Tetap
Dua ciri utama membedakan tunjangan tidak tetap dari tunjangan tetap:
- Keterkaitan dengan kehadiran — tunjangan tidak tetap hanya dibayar untuk hari pekerja benar-benar hadir bekerja, sedangkan tunjangan tetap tetap dibayar penuh meski pekerja izin, sakit, atau cuti dengan alasan sah.
- Konsistensi besaran — tunjangan tetap besarannya sama setiap bulan (misalnya tunjangan jabatan Rp500.000 tetap setiap bulan), sedangkan tunjangan tidak tetap bisa berbeda-beda tergantung jumlah hari kerja aktual dalam periode tersebut.
Contoh tunjangan tidak tetap yang umum: uang makan harian, uang transport harian, dan tunjangan kehadiran. Contoh tunjangan tetap yang umum: tunjangan jabatan, tunjangan keluarga, dan tunjangan masa kerja.
Perbedaan ini penting karena hanya upah pokok dan tunjangan tetap yang dihitung sebagai dasar komponen upah untuk keperluan seperti perhitungan pesangon dan iuran BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan tunjangan tidak tetap umumnya dikecualikan dari perhitungan tersebut.
Ilustrasi
Rangga bekerja di sebuah pabrik garmen dengan upah pokok Rp3.800.000 dan tunjangan makan harian Rp25.000 yang hanya dibayar untuk hari ia masuk kerja. Bulan lalu ia masuk kerja 22 hari, sehingga tunjangan makannya total Rp550.000. Bulan ini ia izin lima hari karena urusan keluarga, sehingga tunjangan makannya turun menjadi Rp425.000 untuk 17 hari kerja — meski upah pokoknya tetap dibayar penuh karena bukan termasuk komponen yang dikaitkan kehadiran.
Ketika suatu saat pabrik melakukan PHK karena efisiensi, dasar perhitungan pesangon Rangga hanya memakai upah pokoknya, bukan rata-rata tunjangan makan yang ia terima selama ini, karena tunjangan makan tergolong tunjangan tidak tetap.
Kesalahpahaman Umum
Ada anggapan bahwa semua jenis tunjangan otomatis dihitung sebagai bagian dari upah untuk keperluan pesangon. Kenyataannya, hanya tunjangan tetap yang masuk kategori ini — tunjangan tidak tetap seperti uang makan atau uang transport harian pada dasarnya dikeluarkan dari perhitungan tersebut karena sifatnya yang berubah-ubah dan dikaitkan kehadiran.
Kesalahpahaman lain adalah menganggap perusahaan bisa sengaja menamai komponen yang sebenarnya dibayar rutin tanpa syarat kehadiran sebagai “tunjangan tidak tetap”, semata untuk menghindari kewajiban menghitungnya sebagai dasar pesangon. Penamaan suatu komponen upah semestinya mencerminkan substansi aslinya — jika kenyataannya dibayar tetap setiap bulan tanpa dikaitkan kehadiran, komponen tersebut secara hukum tergolong tunjangan tetap, apa pun label yang tertulis di slip gaji.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah tunjangan kesehatan termasuk tunjangan tidak tetap? Tergantung mekanismenya. Jika dibayar rutin setiap bulan sebagai tambahan gaji, ini termasuk tunjangan tetap. Jika berupa penggantian biaya berobat yang jumlahnya berubah sesuai penggunaan, biasanya tidak dikategorikan sebagai bagian dari upah sama sekali.
Apakah tunjangan tidak tetap wajib dicantumkan di slip gaji? Idealnya iya, agar pekerja bisa memverifikasi bahwa perhitungan kehadiran dan tunjangan yang diterima sudah sesuai, dan agar tidak terjadi kerancuan saat menghitung hak lain seperti pesangon.
Apakah pekerja bisa menuntut tunjangan tidak tetap dihitung sebagai dasar pesangon? Secara umum sulit, karena sifat tunjangan tidak tetap memang dikecualikan dari komponen upah untuk perhitungan tersebut, kecuali ada kesepakatan khusus dalam perjanjian kerja bersama yang menyatakan lain.
Bagaimana jika pekerja tidak masuk kerja karena alasan yang sah, apakah tunjangan tidak tetap tetap dibayar? Tergantung jenis ketidakhadirannya. Untuk pengecualian yang diakui aturan pengupahan, seperti sakit dengan surat dokter atau cuti melahirkan, sebagian perusahaan tetap membayar tunjangan tidak tetap sebagai bentuk kebijakan, meski secara prinsip dasar tunjangan ini memang dikaitkan kehadiran aktual.
Apakah perbedaan tunjangan tetap dan tidak tetap juga berlaku untuk pekerja kontrak? Prinsipnya sama. Status pekerja tetap atau kontrak tidak mengubah cara membedakan tunjangan tetap dan tidak tetap — yang menentukan adalah karakteristik pembayarannya, bukan jenis perjanjian kerja yang dipakai.