Lompat ke konten

Zakat Profesi

Zakat on professional income dari kata 'zakat' (tumbuh, berkembang, bersih) dan 'profesi' (pekerjaan yang menuntut keahlian tertentu)
Hukum Syariah zakat penghasilan nisab harta amil muamalah
Diperbarui 20 September 2026
Ringkasan

Apa itu Zakat Profesi?

Zakat yang dikeluarkan dari penghasilan atau pendapatan hasil profesi, ditunaikan saat penghasilan diterima dengan kadar 2,5 persen setelah mencapai nisab.

Zakat on professional income dari kata 'zakat' (tumbuh, berkembang, bersih) dan 'profesi' (pekerjaan yang menuntut keahlian tertentu) Hukum Syariah

Definisi

Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan yang diperoleh seseorang karena menjalankan pekerjaan atau keahlian tertentu. Dalam peraturan perundang-undangan, istilah resminya adalah zakat pendapatan dan jasa. Objeknya bukan harta yang menumpuk selama setahun, melainkan aliran penghasilan yang diterima secara rutin, misalnya gaji bulanan, honorarium, fee jasa konsultasi, imbalan dokter, atau penghasilan seorang pengajar dan pekerja lepas.

Zakat jenis ini menjadi perhatian besar masyarakat modern karena pola penghasilan berubah. Banyak orang tidak lagi menyimpan kekayaan dalam bentuk emas, ternak, atau barang dagangan, tetapi menerima uang tunai setiap bulan. Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah penghasilan seperti itu wajib dizakati, dan bila wajib, kapan serta berapa besarnya. Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 menjawab pertanyaan tersebut secara tegas.

Perlu ditekankan bahwa zakat profesi bukan pengganti zakat mal, melainkan salah satu bentuknya.

Dasar Hukum

Landasan hukum zakat profesi bertumpuk dari dua arah, yaitu undang-undang dan peraturan pelaksana teknis. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 menempatkan pendapatan dan jasa sebagai objek zakat mal, sehingga secara normatif penghasilan dari profesi masuk dalam cakupan harta yang wajib dizakati ketika syaratnya terpenuhi.

Aturan teknisnya ada pada Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014. Pasal 26 menetapkan nisab zakat pendapatan senilai 653 kilogram gabah atau 524 kilogram beras, dengan kadar zakat 2,5 persen. Pasal 27 menegaskan bahwa zakat pendapatan dan jasa ditunaikan pada saat pendapatan dan jasa diterima, dan dibayarkan melalui amil zakat resmi.

Selain itu, syarat haul tidak diberlakukan untuk zakat pendapatan dan jasa. Pasal 2 ayat (3) peraturan yang sama menyatakan syarat haul tidak berlaku bagi zakat pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, pendapatan dan jasa, serta zakat rikaz. Inilah yang membedakan zakat profesi dari zakat uang atau zakat perniagaan yang menunggu satu tahun kepemilikan.

Nisab dan Kadar Zakat

Nisab adalah batas minimal harta yang wajib dikenai zakat. Untuk zakat profesi, nisabnya senilai 653 kilogram gabah atau 524 kilogram beras. Nilai itu biasanya dikonversi ke rupiah mengikuti harga beras atau gabah yang berlaku, sehingga angka nisabnya bergerak dari waktu ke waktu dan perlu diperbarui ketika hendak menghitung kewajiban.

Sebagian ulama dan lembaga amil juga menyetarakan nisab zakat profesi dengan nisab emas, yaitu 85 gram emas, dengan alasan penghasilan profesi lebih dekat kepada zakat uang daripada hasil bumi. Perbedaan cara pandang ini wajar dalam khazanah fiqih muamalah, dan yang penting adalah konsistensi dalam memilih dasar perhitungan serta kejelasan niat menunaikan zakat.

Kadar zakatnya ditetapkan 2,5 persen dari penghasilan yang diterima. Angka ini lebih ringan dibanding zakat pertanian yang mencapai sepuluh persen, karena zakat profesi dipandang menyerupai zakat uang dan perniagaan yang memang berkadar seperempat puluh.

Cara Menghitung dan Waktu Menunaikan

Perhitungan zakat profesi dimulai dengan menjumlahkan penghasilan yang diterima pada periode tertentu, umumnya satu bulan. Dari jumlah itu dikurangkan kebutuhan pokok yang benar-benar mendasar bagi diri dan keluarga, bila memilih pendekatan penghasilan bersih. Bila hasil akhirnya mencapai nisab, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah 2,5 persen dari angka tersebut.

Waktu penunaiannya adalah saat penghasilan diterima, sesuai Pasal 27. Karena itu zakat profesi bisa ditunaikan setiap bulan, setiap kali gaji masuk, atau dikumpulkan beberapa bulan lalu dibayarkan sekaligus, asalkan perhitungannya tetap mengacu pada penghasilan yang sudah diterima. Model bulanan umumnya lebih ringan bagi pekerja karena nominalnya kecil dan terasa lebih teratur.

Pembayaran sebaiknya dilakukan melalui amil zakat resmi, seperti badan amil zakat nasional, lembaga amil zakat yang memiliki izin, atau unit pengumpul zakat di instansi. Menyalurkan langsung kepada mustahik tetap dimungkinkan dalam keadaan tertentu, namun melalui amil, penyaluran menjadi lebih tertata, tercatat, dan tepat sasaran.

Bedanya dengan Zakat Mal Lain

Zakat profesi berbeda dari zakat emas dan zakat uang karena tidak mensyaratkan haul. Pada zakat emas dan uang, harta harus dimiliki penuh selama satu tahun hijriyah sebelum dizakati. Pada zakat profesi, kewajiban muncul begitu penghasilan diterima, sehingga seseorang yang baru bekerja beberapa bulan tetap dapat memiliki kewajiban zakat bila penghasilannya melampaui nisab.

Zakat profesi juga berbeda dari zakat perniagaan yang menghitung aktiva lancar dikurangi kewajiban jangka pendek pada saat haul. Pada zakat perniagaan, yang dihitung adalah kekayaan usaha, bukan penghasilan pribadi pemiliknya.

Yang menyatukan semuanya adalah tujuan zakat: membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan menyalurkan hak mustahik. Karena itu perbedaan teknis antarjenis zakat tidak semestinya menjadi alasan menunda penunaian, melainkan alasan untuk menghitung dengan lebih cermat.

Contoh Kasus

Fikri bekerja sebagai dokter gigi di sebuah klinik di Padang dengan penghasilan bersih rata-rata dua belas juta rupiah per bulan setelah dipotong biaya praktik. Setiap bulan ia menyisihkan kebutuhan pokok keluarga sebesar tujuh juta rupiah, sehingga tersisa lima juta rupiah yang memenuhi nisab zakat pendapatan.

Fikri memilih menunaikan zakat profesi setiap bulan sebesar 2,5 persen dari lima juta rupiah, yaitu seratus dua puluh lima ribu rupiah, dan menyalurkannya melalui amil zakat resmi di kotanya. Setiap pembayaran dicatat dalam aplikasi amil sehingga jumlah tahunannya dapat dilaporkan ketika ia menghitung zakat mal atas tabungan dan emas yang dimilikinya.

Pada suatu bulan, penghasilan Fikri turun karena klinik tutup sementara. Karena nisab dihitung per periode penerimaan, ia tidak wajib menunaikan zakat profesi bulan itu. Kejadian tersebut membuatnya memahami bahwa zakat profesi bersifat lentur, mengikuti kenyataan penghasilan yang benar-benar diterima, bukan taksiran yang dipaksakan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah zakat profesi wajib menunggu satu tahun? Tidak. Pasal 2 ayat (3) Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 menyatakan syarat haul tidak berlaku untuk zakat pendapatan dan jasa, sehingga zakat ditunaikan pada saat penghasilan diterima.

Berapa nisab dan kadar zakat profesi? Nisabnya senilai 653 kilogram gabah atau 524 kilogram beras, dan kadarnya 2,5 persen dari penghasilan yang telah mencapai nisab. Sebagian lembaga menyetarakan nisabnya dengan 85 gram emas.

Apakah zakat profesi menggantikan zakat mal lainnya? Tidak. Zakat profesi dihitung dari penghasilan, sedangkan zakat mal lain seperti zakat emas, uang, atau perniagaan dihitung dari harta yang dimiliki. Keduanya dihitung terpisah dan sama-sama ditunaikan bila syaratnya terpenuhi.

Dasar Hukum

Pasal 4 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat

Harta yang dikenai zakat meliputi emas, perak, dan logam mulia lainnya; uang dan surat berharga lainnya; perniagaan; pertanian, perkebunan, dan kehutanan; peternakan dan perikanan; pertambangan; perindustrian; pendapatan dan jasa; dan rikaz.

Pasal 26 Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat untuk Usaha Produktif

Nisab zakat pendapatan senilai 653 kg gabah atau 524 kg beras, dan kadar zakat pendapatan dan jasa senilai 2,5%.

Pasal 27 Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat untuk Usaha Produktif

Zakat pendapatan dan jasa ditunaikan pada saat pendapatan dan jasa diterima dan dibayarkan melalui amil zakat resmi.

Pertanyaan Umum

Apa itu Zakat Profesi? +
Zakat yang dikeluarkan dari penghasilan atau pendapatan hasil profesi, ditunaikan saat penghasilan diterima dengan kadar 2,5 persen setelah mencapai nisab.
Apa bahasa Inggris dari Zakat Profesi? +
Zakat Profesi dalam bahasa Inggris disebut Zakat on professional income.
Apa dasar hukum Zakat Profesi? +
Dasar hukum Zakat Profesi diatur dalam Pasal 4 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Pasal 26 Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat untuk Usaha Produktif, Pasal 27 Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat untuk Usaha Produktif.
Apa asal kata Zakat Profesi? +
dari kata 'zakat' (tumbuh, berkembang, bersih) dan 'profesi' (pekerjaan yang menuntut keahlian tertentu)

Istilah Terkait