Lompat ke konten

Nafkah Anak

Child Support nafkah (Arab: nafaqah, belanja, pengeluaran) + anak (keturunan)
Hukum Syariah nafkah anak perceraian hadhanah hukum-keluarga
Diperbarui 10 Oktober 2026
Ringkasan

Apa itu Nafkah Anak?

Nafkah anak adalah kewajiban orang tua, terutama ayah, untuk memenuhi kebutuhan hidup anak meliputi sandang, pangan, pendidikan, dan kesehatan hingga anak dewasa atau mandiri.

Child Support nafkah (Arab: nafaqah, belanja, pengeluaran) + anak (keturunan) Hukum Syariah

Definisi

Nafkah anak adalah kewajiban orang tua untuk membiayai seluruh kebutuhan hidup anak, terutama setelah terjadi perceraian. Dalam hukum Islam dan hukum positif Indonesia, beban ini jatuh pada ayah sebagai kepala keluarga. Nafkah anak mencakup biaya makan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lain yang wajar sesuai kemampuan ayah.

Kewajiban ini tidak gugur meskipun ayah dan ibu sudah bercerai. Bahkan kalau hak asuh anak jatuh ke ibu, ayah tetap wajib membayar nafkah anak. Ini beda dengan nafkah istri yang hanya berlaku selama masa perkawinan atau masa iddah.

Dasar Hukum Nafkah Anak

Undang-Undang Perkawinan. Pasal 41 UU No. 1 Tahun 1974 mengatur bahwa setelah perceraian, ayah bertanggung jawab atas biaya pemeliharaan dan pendidikan anak. Ini adalah kewajiban mutlak yang tidak bisa dihapuskan dengan alasan apa pun.

Kompilasi Hukum Islam. Lebih detail lagi, KHI mengatur bahwa nafkah anak menjadi tanggungan ayah sampai anak dewasa — yaitu 21 tahun atau sudah menikah. Kalau ayah tidak mampu, ibunya bisa ikut menanggung. Tapi kalau ayah mampu tapi enggan, pengadilan agama bisa memaksa melalui penetapan.

Putusan Mahkamah Konstitusi. MK melalui Putusan No. 21/PUU-XII/2014 memperkuat bahwa mantan suami bisa dipenjara kalau dengan sengaja tidak menjalankan kewajiban nafkah anak. Jadi bukan sekadar utang biasa yang bisa ditunda-tunda.

Komponen Nafkah Anak

Kebutuhan pokok. Makanan bergizi, pakaian layak, tempat tinggal yang aman. Ini kebutuhan dasar yang tidak boleh ditawar. Kalau anak tinggal bersama ibu, nafkah ini bisa berupa uang tunai bulanan atau ditanggung langsung oleh ayah.

Pendidikan. Biaya sekolah, seragam, buku, alat tulis, kursus tambahan, hingga biaya kuliah. Pendidikan tidak berhenti di 12 tahun wajib belajar. Ayah berkewajiban membiayai anak sampai benar-benar mandiri secara ekonomi.

Kesehatan. Biaya berobat, vaksinasi, asuransi kesehatan, dan perawatan rumah sakit. Ini kewajiban yang sering dilupakan. Pengadilan biasanya memasukkan biaya kesehatan ke dalam penetapan nafkah anak.

Kebutuhan perkembangan. Biaya ekstrakurikuler, bimbingan belajar, transportasi, pulsa, dan kebutuhan lain yang wajar sesuai perkembangan anak. Besarnya tergantung usia dan kebutuhan spesifik anak.

Cara Penetapan Nafkah Anak di Pengadilan

Nafkah anak biasanya ditetapkan bersamaan dengan sidang perceraian. Hakim akan mempertimbangkan:

  • Kemampuan ayah (penghasilan tetap dan tidak tetap)
  • Kebutuhan anak (usia, kondisi kesehatan, status pendidikan)
  • Standar hidup anak sebelum perceraian (anak berhak atas standar hidup yang sama)

Penetapan bisa dalam jumlah tetap bulanan atau persentase dari penghasilan. Yang umum di Pengadilan Agama adalah 30-50 persen dari penghasilan ayah untuk semua anak, tergantung jumlah anak dan kebutuhan.

Yang penting: penetapan ini bisa ditinjau ulang. Kalau ayah naik gaji atau anak pindah sekolah yang lebih mahal, ibu bisa mengajukan revisi ke pengadilan. Sebaliknya, kalau penghasilan ayah turun drastis, ayah bisa minta penyesuaian.

Akibat Hukum Kalau Ayah Tidak Membayar

Pertama, ibu bisa mengajukan permohonan eksekusi ke pengadilan agama. Pengadilan akan menerbitkan penetapan yang memerintahkan ayah membayar tunggakan. Kalau tetap tidak diindahkan, ayah bisa dikenakan ‘dwangsom’ — uang paksa harian.

Kedua, kalau ayah benar-benar bandel dan terbukti mampu tapi tidak mau membayar, ini masuk kategori tindak pidana. Berdasarkan Putusan MK, ayah yang lalai membayar nafkah anak bisa dipidana. Ini bukan sekadar utang perdata biasa lagi.

Ketiga, hak asuh anak tetap bisa dipertahankan oleh ibu, dan pengadilan bisa memotong gaji ayah langsung melalui perusahaan tempatnya bekerja.

Contoh Kasus

Rina dan Dono bercerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Mereka punya dua anak, usia 6 dan 9 tahun. Hak asuh jatuh ke Rina. Pengadilan menetapkan Dono wajib membayar nafkah anak Rp7,5 juta per bulan — Rp5 juta untuk biaya hidup dan Rp2,5 juta untuk biaya sekolah dan kesehatan.

Setahun berjalan, Dono berhenti membayar. Rina melaporkan ke pengadilan. Setelah dipanggil tiga kali, Dono tetap tidak hadir. Pengadilan mengeluarkan penetapan sita jaminan atas rekening bank Dono dan memotong langsung dari gajinya. Dono juga dihukum membayar denda keterlambatan sebesar 10 persen dari total tunggakan Rp90 juta.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Sampai kapan kewajiban nafkah anak berakhir? Sampai anak dewasa dan mandiri. Batas dewasa menurut KHI adalah 21 tahun. Tapi kalau anak masih kuliah dan belum bekerja, kewajiban ayah tetap berlanjut. Nafkah anak berakhir mutlak kalau anak sudah menikah atau bekerja dan bisa menghidupi diri sendiri.

Apakah nafkah anak gugur kalau ibu menikah lagi? Tidak. Kewajiban nafkah anak adalah hak anak, bukan hak ibu. Ibu yang menikah lagi tidak menghapus kewajiban ayah kandung untuk membiayai anaknya. Hanya saja, kalau suami baru ibu mau dan mampu menafkahi anak itu secara sukarela, itu diperbolehkan. Tapi ayah kandung tetap berkewajiban.

Bagaimana kalau ayah tidak punya penghasilan tetap? Hakim akan menetapkan nafkah berdasarkan kemampuan riil. Kalau ayak kerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, pengadilan bisa menetapkan jumlah yang wajar — misalnya Rp500.000 sampai Rp1 juta per anak per bulan. Yang penting ayah tetap wajib berusaha. Kalau benar-benar tidak mampu secara fisik (sakit parah, cacat total), kewajiban bisa beralih ke ibu. Tapi ini harus dibuktikan di pengadilan.

Bisakah nafkah anak ditagih sekaligus? Bisa, melalui gugatan pembayaran tunai di pengadilan. Tapi biasanya pengadilan lebih suka menetapkan cicilan bulanan karena lebih realistis. Penagihan sekaligus baru dikabulkan kalau ayah punya riwayat melalaikan pembayaran dan punya kemampuan melunasi, misalnya aset atau tabungan yang cukup.

Kesimpulan

Nafkah anak adalah hak mutlak anak yang tidak hilang oleh perceraian. Ayah tetap berkewajiban membiayai anak sampai dewasa dan mandiri. Pengadilan Agama punya mekanisme yang cukup kuat untuk memaksa pembayaran, mulai dari pemotongan gaji hingga pidana. Bagi ibu yang bercerai, pemahaman soal nafkah anak dan cara menuntutnya di pengadilan adalah bekal penting untuk melindungi masa depan anak.

Dasar Hukum

Pasal 41 huruf b UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

Bapak bertanggung jawab atas biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan bagi anak.

Pasal 105 huruf b Kompilasi Hukum Islam

Biaya pemeliharaan anak ditanggung oleh ayah.

Pasal 156 huruf d Kompilasi Hukum Islam

Semua biaya hadhanah dan nafkah anak menjadi tanggungan ayah menurut kemampuannya, sekurang-kurangnya sampai anak tersebut dewasa dan dapat mengurus diri sendiri (21 tahun).

Pertanyaan Umum

Apa itu Nafkah Anak? +
Nafkah anak adalah kewajiban orang tua, terutama ayah, untuk memenuhi kebutuhan hidup anak meliputi sandang, pangan, pendidikan, dan kesehatan hingga anak dewasa atau mandiri.
Apa bahasa Inggris dari Nafkah Anak? +
Nafkah Anak dalam bahasa Inggris disebut Child Support.
Apa dasar hukum Nafkah Anak? +
Dasar hukum Nafkah Anak diatur dalam Pasal 41 huruf b UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 105 huruf b Kompilasi Hukum Islam, Pasal 156 huruf d Kompilasi Hukum Islam.
Apa asal kata Nafkah Anak? +
nafkah (Arab: nafaqah, belanja, pengeluaran) + anak (keturunan)

Istilah Terkait